Sabtu, Agustus 17, 2013

di mulai dengan Bismillah



Hari ini dibawah langit Bantul, 15 Agustus 2013. Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Pagi ini suasana begitu sepi. Aku bergelut dengan keheningan diantara keramaian dua sisi. Hari terakhir di Bantul sebelum perantauan menjemputku dikala pagi. Perasaan dimana kewaspadaan berbanding lurus dengan cemas dan ketakutan. Beribu pertanyaan selalu melintas di kepalaku. Apa aku siap? Apa aku mampu melewati ini? Apa aku??? Selalu bertanya tentang kesiapan diri.
“Putri dollar”, aku ingat betul bagaimana kakakku memanggil sebutan diriku seperti itu. Itu dikarenakan aku membayar kuliah dengan biaya UKT 5. Hampir menyamai biaya semesteran di KU salah satu universitas swasta di Jogja. Kakakku sering bertanya mengapa aku memilih kuliah di luar kota sedangkan di Jogja saja banyak universitas ternama. Jauh lebih murah pula. Entah mengapa aku tak mencari dan berfikir nama universitas .Bukan universitas yang aku cari disini. Jurusanlah yang aku cari. Teringat saat pengumuman SBMPTN kala itu. Kala petang sebelum kumandang adzan maghrib terdengar. Kuberanikan diriku melihat garis hidup dari Allah yang dituliskan padaku. Waktu terasa bersembunyi di sudut kamar sempit itu. Serasa terdiam menanti sebuah harapan. Aku pejamkaan mata sejenak sambil  mulut ini tak henti-hentinya berdoa meminta apapun hasil yang terbaik. Aku buka mata dan ku tekan tombol enter. “Bismillahirrohmanirrohim”. Serasa aku susah bernafas dan jantungku berhenti berdetak. Subhanallah,  Allah menempatkanku di pilihan kedua. Awalnya, kenyataan itu seperti cambuk yang terasa lebam di kulit. Sontak aku terdiam. Apakah aku? Apakah aku? Dan selalu timbul pertanyaan tentang diriku sendiri. Aku tidak diterima di pilihan pertama. Ternyata UNDIP jurusan Ilmu kesehatan Masyarakatlah sebagai tempat yang menampungku. Sepertinya istilah menampung terdengar begitu kasar.  Mungkin, lebih cocok sebagai tempat mengadu nasib dan menimba ilmu.
Inilah saat dimana diriku sendiri diuji untuk menjadi manusia yang ikhlas dan bersyukur. Bersyukur atas karunia dan jalan yang Allah berikan. Meski terasa sangat menyakitkan dan berat. Aku harus tabah menirimanya. Aku sendiri harus meyakinkan diriku bahwa aku pun juga bisa berhasil dan sukses lewat jalan ini.Good bye, Jogja. Biarlah tekad ini tumbuh diperantauan. Salam buat seluruh keluarga dan teman-teman. Kalian dan sayang sama kalian semua. Aku akan berusaha dan buktiin bahwa aku mampu dan sukses lewat jalan ini. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keselamatan dimanapun aku berada. Amin :D. Good luck n Barakallah :) Bismillahirrohmanirrohim. UNDIP i'm coming











Tidak ada komentar:

Posting Komentar