Selasa, Agustus 20, 2013

H+3 di Semarang

Beginilah hari2 aku disini, di kota nun jauh dr rumah. Sampai saat ini aku belum mendapatkan zona nyaman seperti di Jogja. Kalo bilang soal cuaca, bisa di bilang panas kering. Inilah masa2 terberat. Kaki mulai pecah-pecah, bibir jg pecah-pecah, kulit kering, gerah, dan masih banyak lg. Masa dimana begitu berat penyesuaian. Penyesuaian fisik dan mental. Paling berat adalah penyesuaian hati. :D. Inilah saat dimana aku di uji menjadi manusia yang berkali-kali lipat lebih kuat dan tegar dari biasanya. Disinilah aku sendirian, menanti teman yang satu persatu mulai berdatangan.
Yang begitu terasa rindu disini adalah orangtua itu pasti ya. Sama kakak dan adek2 aku. Kangen mereka semua. Kangen dimana kita semua ber-6 menghabiskan waktu terakhir di ruang tengah sebelum  beranjak malam. Kangen sama keusilan, gurauan, Dan masih banyak lagi kejutan-kejutan yang lain. Itulah dimana saat terindah dari bayang-bayang masa yang kemarin. Kangen banget sayur2 bikinan ibu. Makanan masakan ibu.
Tapi ujian yang sebenarnya ya seperti ini. Antara menjadi manusia yang ikhlas dan tidak banyak mengeluh. Begitulah nanti pada akhir cerita ini. 

Sabtu, Agustus 17, 2013

di mulai dengan Bismillah



Hari ini dibawah langit Bantul, 15 Agustus 2013. Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Pagi ini suasana begitu sepi. Aku bergelut dengan keheningan diantara keramaian dua sisi. Hari terakhir di Bantul sebelum perantauan menjemputku dikala pagi. Perasaan dimana kewaspadaan berbanding lurus dengan cemas dan ketakutan. Beribu pertanyaan selalu melintas di kepalaku. Apa aku siap? Apa aku mampu melewati ini? Apa aku??? Selalu bertanya tentang kesiapan diri.
“Putri dollar”, aku ingat betul bagaimana kakakku memanggil sebutan diriku seperti itu. Itu dikarenakan aku membayar kuliah dengan biaya UKT 5. Hampir menyamai biaya semesteran di KU salah satu universitas swasta di Jogja. Kakakku sering bertanya mengapa aku memilih kuliah di luar kota sedangkan di Jogja saja banyak universitas ternama. Jauh lebih murah pula. Entah mengapa aku tak mencari dan berfikir nama universitas .Bukan universitas yang aku cari disini. Jurusanlah yang aku cari. Teringat saat pengumuman SBMPTN kala itu. Kala petang sebelum kumandang adzan maghrib terdengar. Kuberanikan diriku melihat garis hidup dari Allah yang dituliskan padaku. Waktu terasa bersembunyi di sudut kamar sempit itu. Serasa terdiam menanti sebuah harapan. Aku pejamkaan mata sejenak sambil  mulut ini tak henti-hentinya berdoa meminta apapun hasil yang terbaik. Aku buka mata dan ku tekan tombol enter. “Bismillahirrohmanirrohim”. Serasa aku susah bernafas dan jantungku berhenti berdetak. Subhanallah,  Allah menempatkanku di pilihan kedua. Awalnya, kenyataan itu seperti cambuk yang terasa lebam di kulit. Sontak aku terdiam. Apakah aku? Apakah aku? Dan selalu timbul pertanyaan tentang diriku sendiri. Aku tidak diterima di pilihan pertama. Ternyata UNDIP jurusan Ilmu kesehatan Masyarakatlah sebagai tempat yang menampungku. Sepertinya istilah menampung terdengar begitu kasar.  Mungkin, lebih cocok sebagai tempat mengadu nasib dan menimba ilmu.
Inilah saat dimana diriku sendiri diuji untuk menjadi manusia yang ikhlas dan bersyukur. Bersyukur atas karunia dan jalan yang Allah berikan. Meski terasa sangat menyakitkan dan berat. Aku harus tabah menirimanya. Aku sendiri harus meyakinkan diriku bahwa aku pun juga bisa berhasil dan sukses lewat jalan ini.Good bye, Jogja. Biarlah tekad ini tumbuh diperantauan. Salam buat seluruh keluarga dan teman-teman. Kalian dan sayang sama kalian semua. Aku akan berusaha dan buktiin bahwa aku mampu dan sukses lewat jalan ini. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keselamatan dimanapun aku berada. Amin :D. Good luck n Barakallah :) Bismillahirrohmanirrohim. UNDIP i'm coming











Kamis, Agustus 08, 2013

Numpang nge-SHARE

Bismillah .. Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin ...”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata 'jadi' maka 'jadilah'. (QS.Yasin:82)”

Ketika kita mengeluh : “Capeeeek banget ..!!”
Allah menjawab : “... dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS.An-Naba:9)”...

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya ...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah:286)”

Ketika kita mengeluh : “Streeesss...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingat-Ku hati akan menjadi tenang. (QS.Ar-Ro’d:28)”

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh .. ini mah semuanya sia-sia ...”
Allah menjawab : “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya. (QS.Al-Zalzalah:7)”

Ketika kita mengeluh : “ Duh ... sedih banget deh!!”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS.At-Taubah:40)”

# Semoga Bermanfaat dan Penuh Kebarokahan Dari Allah ....
#di LIKE jika setuju, di SHARE jika bermanfaat

Idul Fitri 1434 H

Subhanallah, Allahuakbar...Allahuakbar... Allahuakbar
Inilah lebaran yang sangat menyentuh sebelum aku pergi merantau. Sebelum relung-relung ini berpacu dengan nasib. Saat ini, detik, menit, dan jam ini aku merasakan ada yang berbeda.  Inilah lebaran dimana semua orang bertanya. "Nglanjutin dimana sekarang lut?". Terkadang aku berfikir haruskah aku menjawab pertanyaan itu. Haruskah setiap orang bertanya seperti itu. Ya, itulah kenyataan. Dan aku harus menerima kenyataan. Jawablah dengan lantang dan katakan. "Alhamdulillah, di Ilmu kesehatan masyarakat UNDIP". Huhhh, melegakan rasanya.
Tak perlu merasa malu dengan semua yang terjadi. Aku teringat apa yang aku tulis tahun2 lalu, 'Tak ada orang yang mati karena malu'. Apa yang harus kau sembunyikan? Apa malu dengan semua hasil dan jerih payahmu sendiri?. Meski orang lain mengharapkan diriku sendiri masuk ke KU, bicaralah dan katakan yang sebenarnya. Tak perlu menutupi kebenaran yang ada. Meski ada jeritan batin. Tetaplah tegar dan semangat. Allah lebih mengetahui apa yang kamu butuhkan, daripada apa yang kamu inginkan. Kamu adalah kamu. Jadilah diri sendiri. Inilah jalan yang terbaik untukmu. Tetap kuat Lutfy. Amin :)

Rabu, Agustus 07, 2013

5 CM

"Bisa kok pasti.
Yakin bahwa pasti bisa.
Aku udah taruh puncak itu di depan mata. Tepat 5cm di depan mata.
Sekarang, yang aku perlukan adalah kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari baja. Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, dan mulut yang akan selalu berdoa. "
Dari itulah aku mulai berfikir tentang keseriusan dan niat. Tentang motivasi dan tujuan hidup. Kegigihan dan kerja keras akan mencapai hasil yg terbaik sesuai yang kita harapkan.
Menaruh impian kita tepat 5cm di depan mata kita, akan selalu mengingatkan kita. Ketika kita menatap ke manapun, akan terlihat apa tujuan hidup kita. Sehingga, kita mempunyai niat untuk meraihnya. Semangat :D. Salam sukses

Selasa, Mei 10, 2011

siapa aku???

Lutfi --> sekretarisN Dwi, pinter pidato, pinter fisika, pinter cari alasan, PD n narsis bgt tp gendeng, strez, kocak bgt...


itu dia pendapate Sherli Damara yang aku kutip dari blog pribadinya., hiihihi
., makasih yaaaa atas perhatiannya kawand,.,  :DD,.,

Kamis, Maret 17, 2011

Byul

Kim Ah Joong
(OST 200 Pounds Beauty) lyrics
Param-kyori cha-ngeu-heun-teul-go
Nae kiman-han cha-gun naye bang wi-ro
Arum-taun-ke pyul-bit-durun
Kaduk chae-wo-chuneyo
Sel-su-obshi manhunt pyul-tu-reun
Ji-chyo-in-nun na-reul oru-man-chimyo
Nae mam-soge katok tamun
Nun-mul tak-ka shu-neyo
Man-hyi apa-ha-ji-ma
Nal kkung anun-chae
Tado-kyojumyo chal-jara
Wero-hae ju-neyo
Goshi mo-thal man-kum
Hime gyowa apa-wado
Nun-muri a-peul kar-yowado
Gatchi-mothan nae sarang apedo
Na usul-lae-yu
Cham-shira-do gyote
Haeng-bo-khaet-don giok-turul
Ga-sume gan-ji-khal-kkeyo
Tunune sunoh-a-jin
Cho pyol-deul-cho-rom yongwonhi
Kkumul kku-deut taka-uneyo
Yu-nu-nhi-do balkun naye byol hana
Nunbu-shi-mi panjja-gimyo
Okkae-wiro naer-yo-wa
Jakku sulpo-hajima
Son kkong chabun-chae
Nal manchyo-jumyo
Tta-seu-hi nal kamssa-shu-neyo
Goshi mo-thal man-kum
Hime gyowa apa-wado
Nun-muri a-peul kar-yowado
Gatchi-mothan nae sarang apedo
Na usul-lae-yu
Cham-shira-do gyote
Haeng-bo-khaet-don giok-turul
Ga-seum-soge gan-chikhal-kke-yo
Tunune sunoh-ajin
Cho pyol-deul-chorom ooohhhh
Na onul-manun anu-royu
Nun-muri kadokchowado
Chogi cho byol-deul-chorom
Na u-seul-lae-yo ooohhhh
Haeng-bokhaet-don giok-modu
Ga-sume gan-ji-khal-kkeyo
Tunune sunoh-a-jin
Cho pyon-deul-cho-rom
Yongwonhi

in english:
i feel the wind blow in this place
there i see the star beyond this window pane
shining so bright
here in this night
here i feel the sense of love
deep in my heart
i cry for you
every tear that falls feels like a wound
the stars in the sky
gently shine
taking away my pain

i hear a voice gently saying
don't be afraid
i feel the warmth come over me
as i sleep in their embrace

and even though i..

do not have the strength to go on
even though i try to hold on
this love will never ever be meant for me
but i'll keep on smiling
even though my dreams won't come true
i'll remember every moment with you
like the stars that shine forever
i'll treasure my love
for you